Holding BUMN Pertahanan Catat Laba Bersih Rp20,75 Triliun di Tahun 2021
BUMNINC.COM I Holding BUMN pertahanan yang tergabung dalam Defend Id mencatat laba bersih sebesar Rp20,75 triliun di tahun 2021. Pencapaian laba bersih tersebut seiring dikerjakannya kontrak baru.
Pemaparan laba perusahaan ini disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diikuti PT Len Industri (Persero) selaku induk holding BUMN Pertahanan, PT Dahana, PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta (29/06/2022).
PT Len, PT DI, PT PAL, PT Pindad dan PT Dahana secara maraton melaporkan Kinerja Usaha Tahun Buku 2021 kepada KBUMN selaku pemegang saham Seri A dan PT Len Industri selaku pemegang saham Seri B di mana RUPS dipimpin oleh Bobby Rasyidin.
Secara umum, kelima anggota Defend Id tersebut mampu meraup kinerja positif dengan mencetak pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp15,97 triliun. EBITDA konsolidasi sebesar Rp1,49 triliun, laba tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp36 miliar, dan jumlah aset konsolidasi sebesar Rp40,96 triliun.
“Holding BUMN Pertahanan, Defend Id, secara keseluruhan juga mampu meraup pundi-pundi kotrak baru sepanjang 2021 sebesar Rp23,47 triliun,” kata Direktur Utama PT Len Industri, Bobby Rasyidin.
Dalam RUPS yang dipimpin oleh Asisten Deputi Industri Manufaktur KBUMN Liliek Mayasari selaku perwakilan pemegang saham, manajemen Len menyampaikan lapporan keuangan konsolidasi dengan 4 anak usahanya (PT Eltran Indonesia, PT Surya Energi Indotama, PT Len Railway Systems dan PT Len Telekomunikasi Indonesia), karena DEFEND ID baru resmi dibentuk per 2 Maret 2022.
Di tahun buku 2021, Len berhasil meraup pendapatan usaha sebanyak Rp4,78 triliun atau naik 57 persen dari tahun sebelumnya, atau 98 persen dari target di awal tahun. Pendapatan 2021 berasal dari lini bisnis elektronika pertahanan 21 persen, ICT 27 persen, transportasi perkeretaapian 27 persen, dan renewable energy 24 persen. Sementara itu, EBITDA dan laba bersih tahun buku 2021 tercatat sebesar Rp261 miliar dan Rp36,1 miliar.
Di akhir tahun 2021, Len juga berhasil mengantongi kontrak on-hand total senilai Rp10,27 triliun atau naik 39 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini berasal dari kontrak baru di sepanjang tahun 2021 sebesar Rp5,9 triliun dan carry-over dari tahun sebelumnya Rp4,3 triliun (multiyears project).
