Holding BUMN Pertahanan Catat Laba Bersih Rp20,75 Triliun di Tahun 2021
Total perolehan kontrak tersebut mencapai 99 persen dari RKAP 2021, di mana kontrak terbesar berasal dari Lini Bisnis Elektronika Pertahanan sebesar 39 persen atau Rp3,95 triliun.
Menurut Direktur Utama PT Len Industri, Bobby Rasyidin, kinerja tahun 2021 dipengaruhi oleh faktor eksternal antara lain wabah Covid-19 yang mengakibatkan refocusing dan realokasi APBN 2021, mobilitas barang dan tenaga kerja menjadi terhambat, lockdown di negara tujuan ekspor, serta persaingan dalam bisnis pertahanan yang semakin terbuka dari luar negeri.
Kinerja perseroan juga dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan dalam hal kurangnya modal kerja. Meski demikian, Len mampu membukukan kinerja positif. Secara umum, Len mampu meningkatkan pendapatan usaha, EBITDA, CFO, dan laba bersih tahun 2021, setelah sebelumnya merugi di tahun 2020. Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham
