Pembentukan Holding Panas Bumi Perkuat Pengembangan Energi Terbarukan Indonesia
BUMNINC.COM I Pada tahun 2050 diperkirakan sektor panas bumi akan memegang peranan penting dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Hal tersebut membuat PT Geo Dipa pun berkomitmen menambah kapasitas pembangkit listrik panas bumi alias PLTP hingga 410 megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan. Menurut Direktur Geo Dipa, perusahaan menargetkan kapasitas pembangkitnya mencapai 1.500 megawatt pada 2030.
“Indonesia dapat menjadi leader pengembangan EBT dari sektor panas bumi global,” kata Direktur Utama PT Geo Dipa Riki Firmandha Ibrahim dalam The 9th Indonesia EBTKE Virtual Conference and Exhibition 2020, Kamis (26/11).
Riki juga mengatakan, salah satu syarat agar Indonesia mampu memimpin pengembangan panas bumi dan menciptakan lebih stabil adalah pembentukan holding panas bumi. Menurutnya, tiga perusahaan pelat merah atau BUMN energi dapat berkongsi membentuk holding panas bumi yang kokoh. Ketiganya adalah PLN, Geo Dipa, dan Pertamina. Dengan begitu, posisi PLN sebagai pembeli pun akan lebih menguntungkan dan kuat.
Selain itu, ia menilai keberadannya dapat menurunkan risiko eksplorasi. Selama ini pengembangan geothermal cenderung lambat karena risikonya yang tinggi. “Manfaat dari holding itu sudah pasti membuat kita tidak lagi berpijak pada permintaan dan pasokan tapi demand creation,” kata dia.

