Holding Pariwisata BUMN Segera Dibentuk. Yuk Intip Persiapannya!
Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur utama ini serta mengelola kawasan pariwisata ini justru tengah mengembangkan lahan baru Mandalika, Lombok. Meskipun pada masa awal pandemi sempat terganggu, karena ada kendala operasional. Namun, kini sudah bisa bergerak lagi karena sudah ada kelonggaran.
Dikatakan I Gusti Ngurah Arditta, bahwa dalam perencanaan sub holding klaster pariwisata, ITDC menjadi destinasi tujuan tempat para turis singgah dan berwisata.
Senada dengan I Gusti Ngurah Arditta, Christine Hutabarat, Direktur pengembangan Bisnis. Hotel Indonesia Natour, di awal pandemi perusahaannya sempat mengalami anjlok pendapatan hingga 85%. Karena, mayoritas hotelnya berlokasi di Bali. Sementara, situasi awal pandemi berlangsung, Bali sering dikunjungi wisatawan. Kini, setelah pembatasan sosial melonggar, meski harus tetap dalam protokol kesehatan, HIN berhasil survive kembali.
Ke depan, HIN akan melakukan transformasi besar-besaran, yakni dengan mengembangkan pengelolaan operator ship. Selanjutnya, membentuk hotel Indonesia chain, dari berbagai brand hotel BUMN, lantaran sebelumnya kurang terintegrasi sehingga akan diintegrasikan lebih baik agar bisa bersaing dengan Internasional.
Selain itu, HIN juga sedang mempersiapkan posisinya di dalam sub holding klaster pariwisata. Rencananya, HIN akan bergerak dalam Travel Management. Kemudian, menjadi kurator dari banyak perusahaan yang tergabung dalam sub holding tersebut. “Kita akan memfasilitasi wisatawan misal mau ke danau toba mau ngapain selama 4 hari 3 malem. Apa even yang akan dihadir, apa aktifitas yang diharapkan, apa kulinernya,” ucapnya.
