Hutama Karya Tawarkan Ruas Tol JTTS pada INA
Dana tersebut ditargetkan dipenuhi dari APBN, BUMN, dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
“Karakteristik pembiayaan khususnya infrastruktur yaitu padat modal, cost of fund tinggi dan tenor panjang, sedangkan kapasitas pembiayaan BUMN semakin terbatas,” kata Toto dalam webinar, Senin (8/3).
Untuk jangka panjang kehadiran INA akan menjadi suatu alternatif yang cukup baik, karena akhirnya sumber pembiayaan infrastruktur itu tidak hanya bersandarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Penyertaan Modal Negara (PMN).
Toto menyebut, pada 2020, Penyertaan Modal Negara (PMN), yang diberikan pada Hutama Karya Rp3,5 triliun dengan tambahan dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp7,5 triliun hal itu untuk memberikan likuiditas dan solvabilitas perusahaan dan penugasan pemerintah. Sementara, pada 2021 PMN yang diberikan untuk membantu pembangunan JTTS sebesar Rp6,2 triliun.[]
