IDI Sebut Pandemi COVID-19 Buka Sejarah Baru Dunia Kesehatan Indonesia
Meski demikian pandemi COVID-19 juga mengajarkan tenaga kesehatan bila masalah kesehatan, bisa diatasi jika semua pihak berkolaborasi dan menjunjung tinggi kesetaraan. Dengan sikap tersebut, tenaga kesehatan bisa semakin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
“Bapak Presiden dalam penutupan G20 mengatakan bahwa pandemi di Indonesia bisa selesai, karena dua hal. Kolaborasi dan kesetaraan, sehingga kolaborasi dan kesetaraan sebetulnya bisa menjadi satu dasar bagi kita di dalam menyelesaikan permasalahan ke depan,” ujarnya.
Adib menambahkan pandemi COVID-19 juga mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat. Dalam hal ini, beberapa kebiasaan baru yang timbul dan menjadi gaya hidup selama pandemi adalah lebih banyak mengkonsumsi makanan bergizi, rajin berjemur di pagi hari, rutin minum suplemen, istirahat yang cukup dan lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatannya (self assessment).
“(pandemi seperti ini) tidak pernah terjadi, tapi kita harus mempersiapkan yang paling utama adalah ketahanan kesehatan dan rakyat. Yang harus kita kedepankan adalah preventif dan promotif. Sehingga kami tentunya berharap di dalam mengatasi problema-problema kesehatan maka kolaborasi menjadi kata kunci,” ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Adib turut menyatakan bahwa PB IDI akan selalu siap menjadi mitra strategis pemerintah dan akan selalu siap memberikan masukan pada pemerintah, yang sesuai dengan parameter, indikator dan data yang ada.
“Sampai kapanpun, negara manapun pasti tidak akan mampu mengatasi masalah kesehatan, kalau kita hanya mengacu pada kuratif saja. Kami atas nama PB IDI berterima kasih pada masyarakat. Peransertanya yang luar biasa dan mari kolaborasi itu kita lakukan di masa-masa mendatang,” kata Adib.
