Jamkrida Bali Lakukan Peningkatan Akses UMKM
Jamkrida Bali, ungkap Ketut, juga tidak membuka kantor cabang. Mereka menggunakan agen yang disebut dengan Credit Guarantee Officer (CGO), yakni agen perorangan bersertifikat yang ditempatkan di Provinsi Bali untuk mempercepat pelayanan kepada lembaga keuangan bank dan non bank serta debitur/UMKM.
“Kami mendapatkan penghargaan dari Kementerian PANRB karena kami menginovasikan ini,” lanjut Ketut.
Ketut menambahkan kalau perkembangan Jamkrida Bali juga sudah bergerak ke arah digitalisasi. Terdapat sejumlah aplikasi yang bisa diakses ke ponsel pengguna seperti Jamkrida Digital Information (JDI), Suretyship Online, dan E-Office.
JDI adalah aplikasi yang bertujuan memonitor pekerjaan harian CGO. Sementara Suretyship Online, sesuai dengan namanya merupakan aplikasi yang membantu orang-orang dalam membayarkan suretyship. Terakhir, E-Office adalah aplikasi yang mempercepat sistem pelayanan masyarakat Bali jika ingin mengakses Jamkrida sana.
“Mitra kami ada 728 di Bali. Kenapa banyak? Karena selain bank umum, kami juga bekerja sama dengan BPR, LPR, BumDes, dan LPD. Yang banyak itu LPD-nya,” tutup Ketut.
