KAI Daop 1 Tak Gusur Warga Saat Penataan Kampung Bambu Depan JIS
Eva mengungkapkan ada 670 personel gabungan yang terlibat memperlancar kerja bakti kewilayahan di Kampung Bambu, Papanggo, Tanjung Priok.
Selain itu PT KAI (Persero) Daop 1 juga telah menyediakan armada truk untuk mengangkut barang-barang milik warga dari lokasi bantaran rel di depan JIS ke tempat yang seharusnya.
Eva mengatakan adanya penataan tersebut membuat 254 unit bangunan semipermanen terdampak oleh penataan itu.
Namun karena sosialisasi kepada warga sudah berlangsung sejak beberapa pekan sebelumnya, penertiban bisa berlangsung tanpa membuat warga yang bermukim di Kampung Bambu merasa tergusur.
Eva menargetkan dalam sepekan mendatang, area bekas bangunan warga Kampung Bambu tersebut bisa benar-benar kosong sehingga dapat dilakukan penataan dengan lebih baik oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan PT KAI (Persero) Daop 1.
Rencana penataan area tersebut agar dapat dibangun sesuai peruntukannya bersama Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 tidak mau ada bangunan milik warga Kampung Bambu yang berdiri di dekat rel karena hal ini sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun warga di sekitarnya.
“Kita tahu ini sangat membahayakan. Tidak hanya untuk perjalanan Kereta Api, tapi juga membahayakan warga masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Sehingga memang harus disterilkan jalur rel dari bangunan-bangunan tersebut,” kata Eva
