Kemendag, RNI, dan Bappebti Bersinergi Memanfaatkan Sistem Resi Gudang
Dalam Rapat Koordinasi SRG tersebut, turut hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Kudus Hartopo, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq, Wakil Bupati Demak Joko Sutanto, dan Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih. Selain itu hadir perwakilan dari pemerintah Kabupaten Jepara, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Banjarnegara, dan Direktur Komersial PT RNI Frans Marganda Tambunan.
“Peran pimpinan daerah merupakan daya dukung utama agar upaya implementasi SRG dapat berjalan dengan baik. Saya harap implementasi SRG di daerah tidak hanya berjalan di gudang SRG dari dana pemerintah, namun semakin luas dengan gudang yang dimiliki pelaku usaha di daerah. Sehingga, manfaat SRG akan semakin luas dinikmati masyarakat,” kata Wamendag Jerry.
SRG sendiri telah dilaksanakan di 99 kabupaten/kota di 23 provinsi di Indonesia. Saat ini telah tercatat 198 gudang SRG baik itu milik pemerintah maupun milik swasta. Selain itu, terdapat 91 pengelola gudang SRG yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti. Terdapat juga 60 Lembaga Penilaian Kesesuaian SRG yang mendukung pelaksanaan SRG di Indonesia.
“Gudang-gudang SRG dan sarana yang dibangun pemerintah tersebut ditujukan untuk mempercepat dan memperluas implementasi SRG di Indonesia, yang diharapkan akan diikuti sektor swasta dalam penerapan SRG di gudang yang dimilikinya. Dengan perluasan implementasi SRG maka manfaat pembiayaan dan akses pasar akan semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” kata Wamendag Jerry.




