Ketum Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto Ditunjuk Jadi Komisaris BUMN, Sempat Minta Penguatan Oposisi Terhadap Jokowi
Pada 2008, Cak Nanto diangkat menjadi Ketua Bidang Hikmah Dewan Pimpinan Pusat IMM hingga 2010. Selanjutnya pada 2011, dia terdaftar sebagai Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Tengah hingga 2014.
Jejak Cak Nanto di organisasi otonom Muhammadiyah beranjak ke level nasional sejak 2018. Menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang dipinang sebagai juru bicara kampanye calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kala itu, Cak Nanto pun terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah dalam muktamar ke XVII.
Dalam pidatonya ketika terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto sempat menyinggung soal arah kaderisasi. Ia mengatakan PP Pemuda Muhammadiyah akan mengedepankan kebersamaan dan soliditas.
Dalam sebuah diskusi pada 8 Oktober 2019, Sunanto mengatakan pihak oposisi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua harus dikuatkan.
“Bukan malah tarik ulur di antara parpol untuk mendapat jatah lebih,” kata Cak Nanto dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih bertajuk ‘Jokowi di Pusaran Kepentingan, Minta ini Minta itu’ di Jakarta Pusat pada Selasa (8/10/19).
Menurutnya, partai politiklah yang harus berkompromi tentang pembagian jabatan kekuasaannya, seperti dalam Kabinet Kerja Jilid II. Cak Nanto menilai, kursi menteri mesti dibagi secara proporsional dengan kader-kader politik yang memiliki kemampuan untuk mencapai target masa depan pemerintahan Jokowi.
