Kinerja Menurun Tahun 2020, Jasa Marga Lakukan Hal Berikut
Menurutnya, strategi Jasa Marga menghadapi tahun 2020 adalah dengan melakukan berbagai efisiensi untuk dapat mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan work from home (WFH) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Ini yang menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan tol Jasa Marga pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 8,76 triliun,” jelas Agus dalam rilisnya, Selasa (30/3/2021).
Sementara, dari sisi pendanaan untuk mendukung likuiditas JSMR telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I pada tanggal 8 September 2020 senilai Rp 2 triliun.
Jasa Marga menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja, pemeliharaan jalan tol, peningkatan fasilitas dan sarana penunjang jalan tol lainnya.
Selain itu, Jasa Marga akan menambah diversifikasi produk pendanaan, JSMR menerbitkan surat berharga komersial (SBK) atau commercial paper dengan nama instrumen SBK I PT Jasa Marga (Persero) Tbk 2020 untuk pertama kalinya dengan nilai Rp 566 miliar yang terdaftar di Bank Indonesia (BI).[]

