Kiprah Pindad Enjiniring Indonesia Di Masa Pandemi
BUMNINC.Com | PT Pindad Enjiniring Indonesia (PEI) berupaya untuk selalu berinovasi dan mengambil peluang terbaik yang diberikan sebagai wujud syukur terhadap Indonesia. Didalam masa-masa pandemi PEI menunjukkan upaya terbaiknya sebagai BUMN manufaktur teknologi guna membantu Negara dan masyarakat Indonesia menghadapi pandemi Covid-19.
Dirut PEI Sena Maulana mengungkapkan bahwa Pindad berkeinginan untuk menelurkan beberapa produk penting dalam memerangi pandemi Covid.
“Kami pada saat awal-awal pandemi dikumpulkan didalam forum yang dipimpin oleh Kemenristek bersama pimpinan BUMN dan semua pengembang alat Ventilator. Ada 32 pengembang yang membuat alat Ventilator secara bersamaan, dalam hal ini seluruh ventilator buatan Pindad Alhamdulillah, telah lulus uji di Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes dan sudah melakukan uji klinis.” ungkap Sena Maulana dalam wawancara virtual dengan BUMNINC, Jumat (27/11/2020).
PEI menjelaskan bahwa ada dua jenis Ventilator yang berhasil lulus uji BPFK Kemenkes dan telah melalui uji klinis, yaitu Pindad VRM merupakan alat yang dirancang untuk membantu pasien gagal nafas dengan memberikan penambahan oksigen dan Pindad Covent-20 adalah ventilator darurat dan transportasi (portable) dengan siklus waktu dan volume konstan yang dirancang untuk digunakan dalam pengaturan pra-rumah sakit, intra-rumah sakit, antar-rumah sakit, dan transportasi.
“Ventilator yang saat ini sedang dikembangkan dan kami produksi sejalan dengan arahan Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN. Kementerian Pertahanan pun akhirnya memesan 1.000-unit ventilator, karena alat tersebut telah lulus uji sertifikasi di BPFK dan uji klinis, dan segera kami kirim ke seluruh Rumah Sakit milik TNI di berbagai daerah Indonesia.” Ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikabarkan juga tertarik memesan ventilator tersebut untuk digunakan di sejumlah rumah sakit, terutama RSHS Bandung.
“Pindad mulai mengembangkan ventilator sejak pandemic global virus Covid-19 menyebar di Indonesia. Gagasan untuk memasarkan ventilator didasari oleh sulitnya mendapatkan ventilator untuk Rumah Sakit Pindad. Pindad hanya memiliki masing-masing satu ventilator di RS Pindad Bandung dan Turen.” Tukasnya.
Dalam mengembangkan produk Ventilator, PEI juga menggandeng akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran (FKUnpad) dan FK Universitas Indonesia (FKUI), selain berkonsultasi secara simultan dengan tim Dokter Anastesi RS. Pindad.
