Komisi VII DPR : Studi Kelayakan Kompor Listrik Belum Memuaskan
Dalam rapat dengan Komisi VII, Darmawan Prasodjo Dirut PLN mengemukakan bahwa anggaran kompor listrik untuk 300 ribu penerima mencapai Rp560 miliar. Diah yang juga Anggota Banggar DPR mengungkapkan, dalam pembahasan RAPBN 2023, anggaran program kompor induksi sudah muncul.
Bahkan sejauh ini, kata Diah, sudah ada sekitar 300 ribuan unit kompor listrik yang saat ini sudah diujicobakan.
“Kabarnya tahun depan bahkan ada lima juta kompor (listrik) yang sudah dianggarkan. Dalam penganggarannya, anggota dewan (DPR) tidak dilibatkan dan ini sudah berjalan,” ungkapnya.
Diah menjelaskan, saat ini mayoritas anggota Komisi VII banyak yang menolak program tersebut karena studi kelayakan dan pengkajian yang masih belum jelas.
“Kalau tidak baik, ya sebisa mungkin akan di hold (tahan) dan diminta untuk dikaji ulang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, PT PLN (Persero) sedang melakukan uji coba konversi kompor elpiji ke kompor listrik atau kompor induksi di berbagai kota.
Darmawan Prasodjo Dirut PT PLN, pada Rabu (21/9/2022) menyebut dalam program konversi kompor elpiji ke kompor listrik, masyarakat bisa hemat hingga Rp8 ribu per kilogram elpiji.
Selain itu, dengan menggunakan kompor induksi masyarakat bisa memasak dengan lebih hemat 10-15 persen dibandingkan dengan kompor elpiji.
