Konsumsi Meningkat, Indonesia Terancam Digempur Kopi Impor
BUMNINC.COM I Kementerian Perdagangan mencatat neraca perdagangan kopi Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Januari-Juli 2020 mengalami surplus sebesar US$670,03 juta, meliputi biji kopi (coffee beans) maupun kopi olahan.
Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar ke-7 kopi dunia dengan pangsa ekspor sebesar 4,05 persen pada 2019. Indonesia berada di bawah Brasil dengan pangsa pasar 14,02 persen, Jerman 8,74 persen, Vietnam 7,80 persen, Swiss 7,33 persen, Kolombia 7,13 persen, dan Italia 4,88 persen.
Namun, Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono mengatakan ekspor kopi Indonesia terus alami penurunan. Padahal, potensi kopi di Indonesia cukup besar, meliputi luasan lahan kopi sebesar 1,62 juta hektar (Ha). Selain itu, Indonesia juga memiliki kopi dengan varietas unggul, misalnya kopi Arabika, Toraja, Kintamani, Mandailing, dan sebagainya.
“Untuk mendorong ekspor kopi ke mancanegara tidak lepas dari tantangan, problemnya bagaimana menjadikan kopi ini produk utama kita,” tuturnya dalam Dialog Kopi Kulak Kulik Nikmatnya Bisnis Kopi, Sabtu (21/11).
Tren penurunan ini berbanding terbaik dengan ‘demam’ kopi yang menjadi gaya hidup (lifestyle) di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya millenial.
