Konsumsi Meningkat, Indonesia Terancam Digempur Kopi Impor
Akibat konsumsi kopi dalam negeri kini terkerek, Indonesia harus menutupi konsumsinya dengan menerapkan impor yang lebih besar.
“Kami lihat ekspor kita itu terus turun, hanya penuhi 4 persen dari kebutuhan dunia, tapi karena lifestyle maka impornya meningkat juga, nah ini yang harus kami tutup,” ujarnya
Menurutnya, jumlah produksi kopi di Indonesia yang rendah disebabkan beberapa hal, mulai dari pertanian kopi dilakukan secara tradisional, mayoritas ekspor biji kopi belum melalui proses sangrai atau pemanggangan (roasting) sehingga nilai tambah masih kurang, hingga harga komoditas kopi Indonesia kurang bersaing karena minimnya aggregator ekspor kopi.
“Yang kami dengar eksportirnya hanya ada di Medan dan Surabaya, ini jadi tantangan kita perlu strategi end to end untuk tingkatkan produktivitas UMKM,” ucapnya.
BI menyatakan telah melakukan perbaikan produksi kopi dari hulu hingga hilir. Pada sisi hulu, BI melakukan konservasi lahan, penyediaan air bersih, penyediaan mesin pengolahan, sementara pada hilir, BI membantu UMKM memperkenalkan produk kopi ke mancanegara melalui wisata edukasi kopi atau mendekatkan UMKM kepada investor.[]
