KTT 5G Mastel Solo: Menembus Berbagai Rintangan Penggelaran 5G di Indonesia
Efek Ekspansi Komersialisasi Layanan 5G
Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC), jumlah pengiriman smartphone 5G ke Indonesia mengalami penurunan imbas penggelaran infrastruktur 5G yang terbilang belum optimal. Penurunan tercatat sebesar 4,3% secara tahunan. Ini merupakan penurunan pertama pengiriman ponsel pintar 5G ke Indonesia sejak 2020 silam. IDC menilai, ketersediaan jaringan 5G dengan cakupan layanan yang luas akan menciptakan lonjakan permintaan smartphone dan device pintar lain yang mendukung 5G. Sebab, para pengguna telah menangkap sinyal keseriusan operator memperkuat layanan 5G mereka.
Ekspansi layanan 5G yang cepat dan mampu menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia akan memberikan efek bola salju yang menguntungkan banyak pihak. Selain operator, produsen ponsel pintar yang mendukung 5G juga akan menikmati manfaat positif, terutama dari sisi penjualan. Dengan demikian, tingkat penetrasi ponsel pintar 5G dapat meningkat secara signifikan.
Peran Huawei Sebagai Penyedia TIK
Berbicara pada acara KTT 5G Mastel, Peng Song, Senior Vice President Corporate dan President ICT Strategy & Marketing Huawei menceritakan, mengenai perkembangan 5G terkini di seluruh dunia dalam hal penerapan jaringan, pengembangan pengguna, pembangunan ekosistem, pengalaman digital, aplikasi industri, dan nilai bisnis. Keberhasilan Indonesia di bidang 4G dan pencapaian operator global yang memelopori 5G telah meletakkan landasan yang kuat bagi perkembangan 5G di Indonesia.
Peng Song merekomendasikan agar Indonesia mempercepat peluncuran 5G sehingga bisa merasakan manfaat besar yang dibawa oleh 5G sebelumnya. Selama 40 tahun terakhir, terobosan teknologi telah berulang kali mendukung upaya pemulihan selama krisis ekonomi global. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara telah menggunakan investasi infrastruktur TIK untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
Peng Song menyampaikan, bahwa “Dalam dunia fisik, kereta berkecepatan tinggi Whoosh baru-baru ini diluncurkan untuk membantu mendorong restrukturisasi ekonomi dan pertumbuhan PDB di Indonesia. Di dunia digital, 5G memainkan peran serupa. Selain memungkinkan peningkatan besar dalam pengalaman digital bagi konsumen, 5G dan teknologi digital lainnya seperti komputasi awan dan IoT semakin diintegrasikan ke dalam ekonomi riil untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar. Investasi pada kereta api berkecepatan tinggi menghasilkan keuntungan dan nilai finansial tambahan. Demikian pula, investasi pada 5G akan memberikan keuntungan lebih besar dan menciptakan nilai lebih besar bagi babak baru pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Peng.
Selama berlangsungnya KTT, Huawei menampilkan sederet kegunaan (use case) 5G, seperti ‘5G Giga Experience’ yang bekerjasama dengan Telkomsel untuk menampilkan jaringan 5G di Solo Technopark dengan kecepatan puncak mencapai 10 kali lebih cepat dari jaringan 4G. Selain itu, Huawei bekerjasama dengan Mastel TV dan Telkomsel menampilkan ‘5G Smart Live Broadcast’ untuk mengeksplorasi smart broadcast dengan dukungan jaringan 5G ultra broadband. Kerja sama dengan Telkomsel juga dilakukan oleh Huawei dalam menghadirkan layanan FWA untuk mendukung device pendukung konsep Smart Home melalui tajuk ‘5G Fixed Wireless Access (FWA).’ Satu yang tak kalah menyita perhatian khalayak adalah demonstrasi ‘5G VR/AR in Smart Solo,’ yang menggambarkan bagaimana teknologi 5G menjadi katalis dalam mendukung terwujudnya pariwisata cerdas (smart tourism) di Solo di masa kini dan nanti.
