Menilik Holding BUMN Klaster Industri Pertahanan
BUMNINC.COM Pembentukan Holding industri pertahanan (Indhan) dalam negeri diharapkan bisa membuat industri pertahanan lebih efisien dan berdaya saing. Holding industri pertahanan akan menggabungkan PT Len Industri, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad, dan PT Dahana.
Direktur Utama (Dirut) PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin menjelaskan, pihaknya sedang dalam proses membangun konsolidasi dan sinkronisasi untuk memperkuat indhan supaya memiliki daya saing dan bisa mandiri, holding dan merger dilakukan juga agar tidak ada investasi ganda yang selama ini dilakukan bebeberapa indhan.
“LEN memimpin klaster industri pertahaan, di bawahnya ada PT DI, Pindad, dan Dahana. Kita sedang berporoses jadi satu holding menjadi satu indhan, agar maju, mandiri, dan berdaya saing, dan terkemuka di regional Asia,” kata Zakky dalam diskusi virtual yang diadakan Jakarta Defence Studies (JDS) dengan tema `Tantangan Perang Generasi Keenam Versus Kemandirian Industri Pertahanan` di Jakarta, Rabu (26/8/20).
Indhan milik pemerintah sedang membuat master plan agar bisa tembus di urutan 50 besar (top fifty) perusahaan indhan dunia. Target lainnya yang harus tercapai pada 2024, adalah kontribusi indhan nasional bisa membuat produk dengan komponen lokal mencapai 50 persen. Untuk mewujudkan itu semua, industri pertahanan BUMN harus bersinergi dan berada dalam satu klaster untuk memperkuat finansial dan mengintegrasikan rantai pasokan dan ekosistem.
“Ekosistem harus kerja sama semua yang ada di Indonesia, termasuk dengan BUMS (badan usaha milik swasta). Ini yang kita bangun menjadi kekuatan industri pertahanan nasional. Ini road map 2020-2024, ini program unggulan, kita inisiasi dan target kami sampaikan agar bisa kita capai,” terang Zakky.
Selaras dengan penyampaian Dirut PT. LEN, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja, menjelaskan, kini perusahaan sedang membuat produk pesanan khusus dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, yaitu kendaraan taktis (rantis) bernama Maung. Pesanan yang akan dipenuhi itu mencapai 500 unit sesuai pesanan Kementerian Pertahanan.
Hadir sebagai pemateri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan 2019-2020 Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja, dan Ketua Harian Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate.
