OIKN Sebut IKN Jadi Kota Pertama Dengan Komite ESG di Indonesia
“Kita ingin mengglorifikasi lagi bagaimana hutan tropis Kalimantan menjadi salah satu paru-paru dunia. Kita tahu ada problem misalnya di Kongo, di Afrika, ataupun di Amazon, di Amerika Latin, bagaimana mereka mencoba untuk menjaga hutan tropis mereka, itu pun dengan susah payah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi ESG Indonesia Rhenald Kasali menilai prinsip ESG penting bagi Indonesia karena kemajuan ekonomi yang dicapai Indonesia dapat membangkitkan bangsa lain untuk mengintai kelemahan dari ESG Indonesia.
Hal itu juga mengingat Indonesia yang merupakan penghasil komoditas primer dan energi terbarukan yang berperan penting dalam transformasi energi global, pengganti fossil fuel.
Oleh karena itu, didirikan Asosiasi ESG Indonesia dan ESG Research Center yang berkolaborasi dengan OIKN serta OJK guna mengurangi dampak lingkungan sosial dalam berusaha, sekaligus memperbaiki tata kelola.
Lebih lanjut, Rhenald menyampaikan, semua lembaga yang berhubungan dengan sektor keuangan, baik sebagai debitur, obligor maupun emiten, berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola dan melestarikan keseimbangan alam.
“ESG harus menjadi role model dalam leadership dan mindset, bukan hanya urusan divisi sutainibility belaka,” pungkasnya.

