Pertamina NRE Kaji Investasi Energi Bersih di Afrika Selatan
Sebelumnya, Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman dengan GUMA, perusahaan lokal yang fokus di investasi dan peningkatan infrastruktur di Afrika, untuk wilayah kerja sama Kenya, Afrika Selatan dan Republik Demokratik Kongo.
Komitmen itu terkait kerja sama pengembangan dan optimalisasi pipa gas, pengembangan pembangkit listrik tenaga gas, serta pengembangan fasilitas ekspor listrik ke Afrika Selatan yang akan melibatkan Pertamina NRE.
Vice President Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan, Pertamina membawa beberapa subholding untuk mendalami potensi kerja sama di Afrika.
Kerja sama tersebut, kata Fadjar, diharapkan makin memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mewujudkan peran perusahaan sebagai perusahaan energi global.
“Kami terbuka pada semua peluang kerja sama bisnis yang memiliki dampak positif bagi Pertamina dan bagi negara,” jelas Fadjar.
Dia menambahkan, selain PLTGU dan PLTS, Afrika juga memiliki sumber tenaga panas bumi yang berpotensi menjadi salah satu tujuan investasi Pertamina NRE.
Pada Selasa (22/8) anak usaha Pertamina NRE, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE), menandatangani nota kesepahaman dengan Africa Geothermal International No 1 Limited (AGIL No 1) untuk pengembangan panas bumi pada konsesi Longonot di Kenya.
AGIL merupakan Perusahaan di Kenya yang bergerak di bidang pengembangan panas bumi.
Fadjar menyampaikan, Pertamina NRE terus mencari peluang kerja sama strategis dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi.
Pertamina NRE juga terus berupaya menjalankan bisnis yang bertanggung jawab melalui pelaksanaan aspek environment, social, and governance (ESG).
