PLN NTT optimalkan pemanfaatan FABA untuk ekonomi sirkular masyarakat
PLN juga berkomitmen melaksanakan program tanggung jawab sosial lingkungan itu untuk mendorong sirkuler ekonomi masyarakat, melestarikan budaya daerah, serta melestarikan lingkungan untuk pembangunan.
“Semoga pemanfaatan FABA berkelanjutan dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” kata dia menandaskan.
Selain di Kabupaten Ende, material FABA juga telah dimanfaatkan di Kota Kupang.
Material dari PLTU Bolok digunakan untuk stabilisasi lahan yang miring dan berlubang di GMIT Pukan Aiknoni di Kelurahan Naioni, Gereja Bethel Indonesia Jemaat Kristus Batu Jaman di Kelurahan Nainoni, dan Gereja Katolik Santo Gregorius Agung Oeleta di Kecamatan Alak Kota Kupang.
Adapun pemakaian FABA untuk tiga lokasi tersebut sebanyak 2.000 ton.
Selanjutnya PLTU Bolok telah mendistribusikan FABA sebanyak 8.861 ton pada 2022, sedangkan semester I 2023 sebanyak 10.502 ton FABA dari permintaan masyarakat sebesar 11.745,65 ton.
Sindu menyebut FABA yang telah tersalurkan itu banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pemerintahan, sekolah, UMKM, lembaga masyarakat, dan rumah ibadah.
