Potensi dan Tantangan yang Harus Dihadapi Industri Halal
BUMNINC.COM I – Prospek pertumbuhan industri perbankan syariah diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan positif baik di sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran pembiayaan pada 2022 mendatang.
Meskipun demikian, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI Hery Gunardi mengatakan terdapat beberapa kendala yang terjadi pada industri perbankan syariah dibalik besarnya potensi dari industri halal tersebut.
“Potensi industri halal ini cukup besar. Kalau kita hitungnya secara rupiah, mungkin lebih dari Rp4.300 triliun tersebar dari berbagai sisi, mulai dari halal food, fashion, kosmetik, dan lain sebagainya. Masalahnya sekarang itu adalah tentunya dari sisi produsen sendiri, yaitu memang banyak memiliki kendala dari sisi sertifikasi halal yang belum terlalu smooth,” ujar Hery dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenge 2022, Rabu (15/12/2021).
Selain dari sisi produsen, tantangan lain adalah dari sisi perbankan syariah itu sendiri. Hery menjelaskan bahwa sisi kekuatan permodalan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi perbankan syariah demi terciptanya industri halal.
“Sekarang baru ada BSI yang memang dari sisi kekuatan permodalan cukup bisa mendukung. Tapi sebelumnya susah kalau jumlah pembiayaan yang besar, bank syariah selama ini kecil-kecil jadi sehingga memang tetap larinya ke bank konvensional,” jelasnya.
Hery menuturkan, saat ini BSI memiliki tugas untuk menghubungkan antara sektor value chain, industri halal, dan sektor riil halal agar ekosistem bisa mendekat ke perbankan.
