PT INTI Kolaborasi Dengan DesktopIP Siapkan Infrastruktur Pengamanan Siber Nasional
Edi mengatakan, data International Monetary Fund (IMF) 2020 mencatat estimasi kerugian serangan siber (cyber attack) dalam beberapa tahun terakhir mencapai US$100 miliar (sekitar Rp1.536 triliun) dan semakin intens seiring dengan makin masifnya transformasi digital dalam tiga tahun terakhir.
Untuk mengantisipasinya, pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik BUMN maupun perusahaan swasta untuk mewujudkan kedaulatan keamanan siber nasional.
Dalam hal ini pemerintah melibatkan PT INTI untuk memberikan layanan komputasi awan (cloud) dan blockchain produk asli dalam negeri yang dilengkapi dengan keamanan siber hasil kerja sama pengembangan dengan BSSN dan pihak swasta yaitu PT Desktop IP untuk memperkuat aspek cloud.
“Infrastruktur pengamanan siber sedang kami siapkan bersama partner kami dari DesktopIP di Kantor Pusat PT INTI. Kami harus pastikan dulu kualitasnya, agar sesuai dengan standar tinggi BSSN,” kata dia.
Lebih lanjut Edi mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman ini, kerja sama akan dilanjutkan dengan Proof of Concept (POC) INTI Cloud System dengan melibatkan sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jawa Barat serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur.
Dalam proses POC tersebut, UMKM Jawa Barat dan HKTI Jawa Timur akan mencapat sistem cloud tersebut secara gratis.
“Indonesia akan mandiri dan berdaulat melalui cloud system lokal kebanggaan cyber security nasional, sebuah role model produk nasional, dengan kehandalan dan standar cakupan internasional,” tandasny
