PTPP Banjir Prediksi Positif dari Analis
BUMNINC.COM | Analis prediksi kinerja keuangan PT PP Tbk (PTPP) akan membaik di tahun ini. Seiring dengan neraca keuangan yang kuat serta pertumbuhan perolehan kontrak yang didapatkan perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.
Meskipun, seperti diketahui hingga kuartal III-2020 emiten konstruksi pelat merah ini bukukan penurunan pendapatan sebesar 37,02 persen secara tahunan menjadi Rp 10,02 triliun.
Penurunan pendapatan tersebut turut menggerus perolehan laba bersih hingga menurun 94,92 persen secara tahunan menjadi Rp 26,37 triliun.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas dikutip dari Kontan, Kamis (18/2/2021), memproyeksikan penurunan kinerja masih akan terjadi untuk sepanjang tahun lalu. Namun, kinerja di kuartal IV-2020 lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal I hingga III-2020.
Kinerja PTPP ini diprediksi semakin membaik saat pembatasan aktivitas saat ini lebih longgar dibandingkan saat masa awal pandemi Covid-19 muncul.
Tidak hanya itu, Sukarno juga melihat tren penurunan suku bunga bisa menjadi sentimen positif tambahan bagi PTPP.
Di tahun ini PTPP tengah memproses emisi obligasi senilai kurang lebih Rp 2 triliun. Manajemen mengatakan dana hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk mendanai kembali (refinancing) surat utang yang akan jatuh tempo di tahun ini.
Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk mendanai belanja modal.
Paada tahun ini pun PTPP menganggarkan belanja modal senilai Rp 6,2 triliun. Sebesar 37 persen dari modal tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek pembangunan jalan tol.
Efek penerbitan obligasi membuat biaya bunga meningkat. Namun, di satu sisi tambahan sumber pendanaan baru tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ke depan.
Sukarno merekomendasikan beli di target harga Rp 2.100. Sementara, secara teknikal Sukarno menganalisis harga saham PTPP masih akan menurun.
Sementara, analis Sucor Sekuritas Joey Faustian merekomendasikan beli PTPP di target harga Rp 3.000 per saham.
Ia memproyeksikan nilai kontrak PTPP di tahun ini naik 26 persen secara tahunan ke Rp 28 triliun dari perolehan kontrak 2020 yang sebesar Rp 22,2 triliun.
Joey menilai saham PTPP masih menarik untuk dikoleksi. Penyebabnya, PTPP memiliki kualitas neraca keuangan yang kuat.
Selain itu, PTPP juga memiliki order book yang sebanding dengan PT Wijaya Karya (WIKA). Sementara, valuasi PBV PTPP hanya 0,9 kali termurah dibanding kontraktor BUMN lainnya.
Kemudian, menurutnya di tahun ini segmen bisnis PTPP juga akan kompak berkinerja lebih baik, berbeda dari kinerja tahun lalu yang kompak menurun.
Segmen bisnis konstruksi di tahun ini, Joey proyeksikan akan kembali mendominasi kontribusinya pada pendapatan.
