PTPP Optimis Tingkatkan Pendapatan Tahun Ini
Sejalan dengan kenaikan target kontrak baru di tahun ini, PTPP juga menargetkan pendapatan perusahaan akan naik 35 persen sampai 40 persen dari realisasi tahun 2020. Sedangkan laba diprediksi naik tiga kali lipat dari realisasi tahun 2020 silam.
PTPP menaikkan capex dari realisasi 2020 yang sebesar Rp 3,59 triliun menjadi Rp 6,2 triliun. Dari jumlah yang dianggarkan tersebut, 75 persen digunakan untuk melanjutkan proyek yang sudah ada seperti beberapa investasi di jalan tol dan pengembangan anak perusahaan.
Sedangkan sisanya yaitu 25 persen akan digunakan untuk investasi baru. Dari segmentasinya, capex tahun ini akan banyak digunakan untuk pengembangan jalan tol sebesar 37 persen, pengembangan properti dan residensial sebesar 9 persen, pengembangan kawasan dan bandara sebesar 12 persen dan pengembangan investasi di anak perusahaan sebesar 33 persen.
“Rencana pendanaan capex akan berasal dari internal perusahaan. Adapun rencana aksi korporasi yang akan dilakukan adalah menerbitkan obligasi pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 2 triliun yang direncanakan digunakan sebagai working capital,” jelas Yuyus.
Selanjutnya, mengenai rencana Kementerian BUMN terkait pembagian fokus kerja BUMN Karya saat ini masih dalam proses kajian. Namun, lanjut Yuyus, PTPP direncanakan untuk fokus pada bidang bandara, pelabuhan dan power plant. []
