RNI Sebut Keterjangkauan Pangan Masyarakat Menjadi Tantangan Perseroannya
Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin pada kesempatan seminar ketahanan pangan nasional bersama Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (PRK-MUI) dan Kementerian Pertanian RI menyampaikan bahwa dampak pandemi covid 19 menjadi perhatian bersama, antisipasi adanya kelangkaan dan krisis pangan dunia.
“Indonesia perlu menjadi penghasil pangan besar didunia untuk menjaga cadangan pangan dalam negeri serta untuk memastikan terjaminnya stok pangan nasional”, jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI, KH. Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa ketahanan pangan memang merupakan permasalahan yang sangat vital dihadapi oleh bangsa ini. Faktor yang menyebabkan lemahnya ketahanan pangan dan kemudian menimbulkan kemiskinan, menurutnya adalah karena tidak adanya pemerataan.
“Masalahnya sekarang yang terjadi banyak orang kekenyangan, satu sisi banyak orang yang kelaparan. Kembali lagi kepada pemerataan yang sampai sekarang masih menjadi permasalahan,” tuturnya.
Menanggapi isu pemerataan tersebut RNI bersama BUMN Klaster Pangan juga menyiapkan skema integrasi rantai nilai pangan dari hulu ke hilir mulai dari peningkatan pendampingan dan kapasitas offtake melalui model kerjasama dan beriringan dengan petani, peternak, nelayan. Pengembangan produk kebutuhan pangan keluarga seperti minyak goreng, telur, teh, tepung terigu, kecap termasuk pangan protein Ayam, daging, ikan. Mempersiapkan efisiensi logistiknya untuk kemudahan distribusi pangan dan di hilirnya telah bekerjasama dengan UMKM, Mitra retail, Warung pangan baik secara offline maupun online melalui beberapa platform e-commerce.[]





