Sandiaga Uno: Pemerintah Dukung Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim Indonesia
Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Sumatera Barat
Di kesempatan sama, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, pemprov Sumbar fokus pengembangan pariwisata halal di daerahnya. Fokus itu juga didukung oleh sejumlah elemen masyarakat.
“Apalagi sektor pariwisata Sumatera Barat sudah mulai pulih setelah terdampak pandemi Covid-19. Tercatat, per Agustus 2022, sebanyak 3,9 juta lebih wisatawan domestik datang. Sedangkan 5.280 wisatawan mancanegara telah datang dari berbagai negara,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi menyampaikan, pihaknya juga telah membuka kembali Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan rute penerbangan pertama Kuala Lumpur – Padang dan Padang – Kuala Lumpur. Hal itu sudah dilakukan sejak Oktober 2022.
“Harapannya, wisatawan mancanegara semakin banyak datang ke Sumatera Barat. Sehingga memicu kembali perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Pemrov Sumbar juga membuat regulasi untuk memperkuat kuliner destinasi wisata yang higienis, sehat, dan ramah muslim. Dalam hal ini, Pemprov Sumbar memfasilitasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan pemberian sertifikat halal gratis untuk 15 rumah makan di Kabupaten/Kota.
“Dengan pola sosialisasi dan pendampingan kepada pengusaha rumah makan sampai terbitnya sertifikat halal. Ini berlaku selama 4 tahun sesuai Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal,” ujarnya.
