SWF Beri Dampak Positif untuk Saham Konstruksi
BUMNINC.COM | Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya mulai mencatatkan prestasi yang membaik. Pasalnya, meskipun IHSG terkoreksi, emiten konstruksi tetap melesat sejak sesi I, Jum’at (15/1/2021).
Hal ini dinilai sebagai pengaruh dari perampungan pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi, dimana diprediksikan akan tiba bulan ini.
Beberapa BUMN Karya alami kenaikan hari ini, dipimpin oleh emiten PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang berhasil naik 5,34 persen ke level Rp 1.775/unit.
Penguatan lain juga dibukukan juga oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang terapresiasi 5,16 persen ke level harga Rp 2.240.
Sedangkan emiten BUMN Konstruksi lain yakni PT PP Tbk (PTPP) juga naik 2,93 persen ke level Rp 2.110/unit.
Dari sisi prospek bisnis, PTPP menargetkan memperoleh nilai kontrak baru senilai Rp 30,1 triliun tahun ini, naik 35% dari realisasi kontrak baru sepanjang 2020 yang senilai Rp 22,26 triliun.
Corporate Secretary PTPP Yuyus Juarsa mengatakan seiring dengan kenaikan target kontrak baru ini, perusahaan juga menaikkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan yang menjadi senilai Rp 6,2 triliun.
