Tahun 2021, Garuda Indonesia Komitmen Tingkatkan Pendapatan Sebesar 50 Persen
Hingga Oktober 2020, GIAA membukukan sebanyak 739.000 penumpang. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan pada awal pandemi sebanyak 30.000 per bulan.
Maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut akan konsisten menjalankan kargo dan charter hingga efisiensi produksi melalui renegosiasi pesawat. Perusahaan memperkirakan bisa melakukan penghematan hingga US$15 juta per bulan lewat sejumlah efisiensi utamanya renegosiasi sewa pesawat.
Di sisi lain, dengan kinerja kargo dan charter yang membaik dibandingkan dengan sebelum pandemi akan mendorong Garuda fokus ke area tersebut dengan menyediakan pesawat freighter khusus kargo sehingga peningkatan kapasitas dapat terlaksana.
Garuda juga telah memulai kerja sama dengan pemda di sejumlah provinsi untuk melakukan ekspor dengan baik dalam pengiriman komoditas ikan seminggu sekali. Menurutnya jalur ekspor ini potensial untuk dibuka jalur baru dan ditambah frekuensinya.
Pada Oktober 2020, Garuda Indonesia Group mencatatkan jumlah tertinggi angkutan kargo sejak masa pandemi yakni sebesar 21.980 ribu ton.
