Telkom dan BUMN Farmasi Pimpin Program Satu Data dan Informasi Vaksinasi Covid-19
Sementara, Direktur Bisnis Digital Telkom, Fajrin Rasyid mengatakan pihaknya akan mengintegrasikan data dari berbagai sumber kementerian/lembaga dan operator telekomunikasi untuk validitas calon penerima vaksin.
“Data yang diolah nantinya akan menghasilkan daftar penduduk yang masuk dalam prioritas vaksinasi pemerintah maupun daftar penduduk yang eligible mendapatkan vaksinasi mandiri,” ujarnya.
Fajrin menjelaskan pada awalnya akan dilakukan penyaringan data individu calon penerima vaksin untuk menentukan daerah prioritas, penduduk prioritas, dan jadwal sesuai ketersediaan vaksin, perencanaan distribusi / logistik, serta sasaran. “Ini akan menghasilkan data yang lengkap by name by address, “ kata dia.
Berikutnya, pusat data vaksin akan membangun sistem pendaftaran vaksinasi, baik melalui aplikasi, SMS, maupun verifikasi lapangan. Fajrin melanjutkan setelah data registrasi terhimpun, pusat data akan memonitor proses pengadaan atau produksi vaksin, penggunaan vaksin, jumlah vaksin, dan mencocokannya sesuai kebutuhan.
“Terakhir akan memberikan laporan hasil vaksinasi sebagai control harian, misalnya berapa orang yang telah divaksinasi, lokasinya dimana saja, serta dampaknya,” ucapnya. Dengan sistem informasi yang dikembangkan tersebut, proses vaksinasi diharapkan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Direktur Digital Healthcare PT Bio farma, Soleh Udin Al Ayubi mengatakan pusat data vaksin memiliki standar operasional dan prosedur (SOP) ketat perihal izin akses yang dimiliki.
“Karena ini data milik negara, dan sistem ini berisi hal-hal sensitif seperti tracking distribusi vaksin, sehingga nggak bisa diakses semarang orang karena ini barang yang banyak dicari orang dan nilainya mahal. Dengan demikian, seluruh kerahasiaan dan keamanan data perihal vaksinasi dipastikan akan dijaga ketat.” ujarnya.[]
