Kesiapan Telkomsat Luncurkan Satelit di Orbit Bekas Indosat
“Kominfo harus melakukan pengamanan slot orbit, karena ini sumber daya terbatas. Salah memilih mitra bisa kehilangan filling. Kita sering bermasalah dalam slot orbit ini karena ada faktor-faktor di luar dugaan, seperti gagal luncur satelit dan lainnya. Jadi, langkah pengamanan slot itu adalah utama,” kata Doni, dilasnsir detik.com, Kamis (7/1/2021).
Ia mengatakan, Telkomsat memiliki latarbelakang pemain satelit yang sudah teruji. Pengerjaan manufaktur satelit biasanya dilakukan dalam dua tahun. Kemudian, setelah itu mencari slot peluncuran yang umumnya antriannya bisa setahun.
“Tapi, sekarang bisnis peluncuran satelit sudah kompetitif sejak ada SpaceX. Jadi, waktu empat tahun itu sudah cukup, malah bisa lebih cepat peluncurannya,” ucapnya.
Namun, menjadi catatan untuk mencari pendanaan untuk membuat dan peluncuran satelit itu. Doni mengasumsikan bahwa Telkom bisa saja menerbitkan Bond atau mencari pinjaman.
Meskipun begitu, menurut Doni tidak perlu khawatir karena dilihat dari aspek Finansial, operasional dan teknis, Telkomsat bagian Telkom grup, yang merupakan perusahaan paling bonafid.
Selain itu, Telkom bisa memberi jaminan dalam proposal perpanjangan filling ke ITU. Sebab, Telkomgrup sudah proven mengelola dua slot orbit dengan dua satelit, yakni satelit Telkom 3S dan satelit Merah Putih.[]


