Pendapatan Naik di 2020, Pemerintah Dorong Tesla Investasi di Indonesia
BUMNINC.COM I Laporan Tesla Inc. pada websitenya, mengabarkan telah memproduksi mobil listrik sebanyak lebih dari setengah juta pada tahun 2020.
Angka produksi tersebut, diiringi dengan angka penjualan yang tinggi di masa pandemi. Itu sebuah prestasi bagi perusahaan tersebut. Selain meningkatkan produksi, prestasi lainnya adalah keberhasilan Tesla meningkatkan penjualannya lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Dikabarkan bahwa, angka penjualan mobil listrik Tesla, dalam triwulan ke empat tahun 2020 sebanyak 180,570 mobil listrik. Dengan total 499,550, mobil listrik sepanjang tahun 2020. Pencapaiannya, 36 persen total penjualan pada 2019.
Sementara, produksi mobil yang dilakukan Tesla pada 2020 mencapai angka 509,737 mobil tahun 2020 40 persen lebih banyak dari tahun 2019.
November 2020 lalu, Presiden Joko Widodo menerbangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan ke Amerika. Kunjungan itu diungkapkan ,untuk menggaet investasi lebih serius dengan Tesla.
“Ini sangat penting karena kita berencana menjadikan Indonesia penghasil baterai lithium terbesar dan kita punya (cadangan) nikel terbesar,” kata Jokowi (13/11/2020), dikutip dari Reuters.
Meskipun setelah kedatanganya ke Amerika, Menko Kemaritiman dan Ivestasi tersebut batal bertemu dengan eksekutif Tesla. Dikabarkan, bahwa Elon Musk, CEO Tesla saat itu sedang sakit.
Untuk melanjutkan itu, rencananya akan dilanjutkan pada Februari 2021. Diumumkan Erick Tohir, Menteri BUMN, dirinya akan memulai pembicaraan dengan pihak Tesla pada bulan itu.
“Insyaallah, Februari saya akan membuka pembicaraan,” kata Erick Tohir melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2021).
Erick Tohir, mengungkapkan energi listrik cukup strategis. Selain bermanfaat secara ekonomi, dari aspek lingkunngan energi listrik cukup ramah. Hal ini berdampingan dengan visi pemerintah dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, sumber daya nikel milik Indonesia adalah salah satu yang terbesar, dapat menjadikan Indonesia produsen utama sumber daya mobil listrik. Sejauh ini, Indonesia sudah mengimpor 11,5 juta barrel perhari untuk BBM. Mobil listrik menjadi strategi mengurangi larinya devisa keluar negeri.
Selain Tesla, Indonesia sudah membuat MoU dengan perusahaan milik Korea Selatan dan Cina untuk proyek pembuatan EV Battery, baterai untuk kendaraan listrik.[]
