Teten Masduki: Digitalisasi UMKM, Jalan Keluar Kebuntuan Ekonomi Masa Pandemi
BUMNINC.COM I Kementerian Koperasi UMK menyebut 90 persen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami kesulitan lantaran mengalami penurunan omset pada masa pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan UMKM tersebut kesulitan membayar cicilan dan kesulitan pembiayaan.
Untuk itu, pemerintah mencoba mengatasi masalah tersebut dengan restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga serta pajak.
“Sekitar 325 triliun Rupiah dialokasikan pemerintah untuk menyerap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujar Teten Masduki, Menteri Koperasi UKM melalui talkshow Festival Diskon Nasional Indonesia bertajuk “Dari Warung Pangan untuk Ketahanan Pangan”, Selasa (30/12/20).
Khusus UMKM sektor pangan seperti kopi, garam, ikan tangkap dan beberapa komoditas lainnya diserap menggunakan pendekatan pembiayaan kepada koperasi. Kemudian, dihubungkan offtaker dan resi gudang untuk produk pertanian yang tidak dapat diserap oleh pasar.
Selain itu, UMKM didorong untuk sinergi dengan platform digital yang disediakan oleh pemerintah.
Misalnya, aplikasi milik Banda Ghara Reksa (BGR) Logistik yakni Warung Pangan. Teten menjelaskan, salah satu tujuan jangka panjangnya akan terciptanya ekosistem rantai distribusi pangan yang terkoordinir. Sebab petani produsen pangan diupayakan terkorporarisasi dalam kelembagaan skala bisnis. Akibat selama ini petani produsen pangan kecenderungan sebagai petani kecil yang terpisah.
“Tentu hal ini tidak kita lakukan sendiri. Dari Hulu harus kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kemaritiman dan Perikanan. Sekarang kita sudah berani distribusi telur, garam. Karena kita punya saluranya aplikasi digital,” tambah Teten.
Sekitar 3,5 Juta warung sembako tradisional. Namun, posisinya makin tersisih oleh warung retail modern. Untuk itu, pemanfaatan platform digital pun sebagai upaya menciptakan jaringan yang terintegrasi. Nantinya, memberikan daya tawar bagi warung sembako tradisional supaya juga bisa dijadikan rantai distribusi pangan terorganisasi.
