Teten Masduki: Digitalisasi UMKM, Jalan Keluar Kebuntuan Ekonomi Masa Pandemi
Ini juga akan mengefektifitaskan pengendalian harga pangan. Selama ini, akibat tidak terintegrasi dengan baik hanya dilakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga beras melalui pengawasan di pasar induk.
Namun, setelah diciptakan aplikasi Warung Pangan, pengawasan bisa sampai ke wilayah yang lebih sempit bahkan hingga ke warung-warung sembako. Sekaligus memberi peran dalam menciptakan ketahanan pangan. Sebab, menurut Teten, ketahanan pangan bukan hanya persoalan pertaniannya. Melainkan bagaimana distribusinya hingga sampai pada konsumen dengan harga murah.
Teten pun mengimbau agar masyarakat ikut serta menggalakkan membeli produk UMKM dan mendorong gerakan “belanja di warung tetangga” sebagai bentuk solidaritas masyarkat. Eksistensi warung tradisional diharapkannya semakin banyak yang bergerak ke ranah digital.
“Bagaimanapun, warung tradisional adalah umkm terbesar dan tertua. Harus diberi peran strategis sebagai rantai distribusi pangan nasional,” pungkasnya.
M Kuncoro Wibowo, Direktur Utama PT Banda Ghana Reksa (Persero), sepakat dengan apa yang dikatakan Teten. Pasalnya, Kuncoro menjelaskan bahwa aplikasi Warung Pangan lahir tidak lepas dari dukungan dan inisiasi Kementerian Koperasi dan UKM.
Prinsipnya, sebagai BUMN yang bergerak dibidang pangan, menjadi fokus utama selama pandemi membantu mempermudah UKM mendapatkan komoditas yang dibutuhkan. “Kita berusaha membantu akses warung dapat harga layak,” tandasnya.[]
MM
