Tidak Mau Kalah dengan BUMN Karya Lainnya, PTPP Juga Rencanakan Divestasi Aset ke INA
Namun, mengingat aset PTPP yang ditawarkan tersebut adalah aset brownfield alias proyek yang sudah beroperasi, maka PTPP optimistis investor akan lebih tertarik.
Divestasi pada Indonesia Investment Authority (INA) ini diperlukan sebagai terobosan khusus pembentukan mitra investasi yang andal dan terpercaya baik investor internasional maupun domestik.
Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengungkapkan, nantinya INA ini akan mendorong pembangunan ekonomi jangka panjang dan berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Toto, per kuartal kedua 2020 debt to equity ratio (DER) emiten BUMN seperti PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebesar 6,05 kali, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebesar 3,42 kali, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 2,7 kali, PT PP Tbk (PTPP) sebesar 2,81 kali, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sebesar 5,76 kali. Sementara batas wajar di kisaran 3-4 kali.
“Karakteristik pembiayaan khususnya infrastruktur yaitu padat modal, cost of fund tinggi dan tenor panjang, sedangkan kapasitas pembiayaan BUMN semakin terbatas,” kata Toto dalam webinar, Senin (8/3/2021).[]
