Tiga Alasan Tesla Batal Bangun Pabrik di Indonesia
Namun Pengamat BUMN sekaligus Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto berpendapat, setidaknya ada tiga hal yang membuat Tesla urung berinvestasi di Indonesia. “Pertama, dari sudut pandang Tesla sebagai pemain global untuk industri ini, saya pikir Tesla lebih mempertimbangan market. India populasinya jelas lebih besar dari Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut menurut Toto, alasan kedua, dari sisi infrastruktur teknologi India yang dirasa lebih kompetitif dan cepat dibanding Indonesia.
Sebagai informasi, Bangalore atau Bengaluru, tempat yang dipilih sebagai pabrik Tesla merupakan kawasan yang dikenal sebagai hub kendaraan listrik. Kota ini pula dikenal sebagai Silicon Valley Asia mengingat banyaknya perusahaan yang berkantor di kota ketiga terbesar di India ini.
Alasan ketiga menurut Toto, dukugan industri mobil listrik di India lebih siap dibanding di Indonesia. “Tapi tidak perlu pesimistis. Tidak menutup kemungkinan Tesla juga akan ke Indonesia setelah pangsa pasar kita cukup bagus dan adanya kedekatan dengan industri baterai kendaraan listrik. Jadi yang penting bukan semata soal nikel-nya, tapi juga ekosistem yang harus berjalan,” pungkas Toto. []
