Tiga Fakta Bukalapak Melantai di Bursa
BUMNINC.COM I Bukalapak akan mencatatkan diri di bursa saham pada 6 Agustus mendatang. Sebelumnya, penawaran umum perdana saham Bukalapak sudah dilakukan pada 27 sampai 30 Juli 2021.
Dengan Initial Public Offering atau IPO ini, Bukalapak menjadi perusahaan rintisan unicorn pertama yang melantai di bursa mendahului perusahaan gabungan Gojek-Tokopedia atau GoTo yang sudah lama digadang-gadang akan go public.
Berikut ini sejumlah fakta mengapa IPO Bukalapak menarik perhatian banyak pihak:
- Cari dana segar
Dalam sebuah kesempatan, CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan bahwa pihaknya saat ini mengalami keterbatasan sumber dana perusahaan. Menurutnya, sebagai perusahaan teknologi Bukalapak ingin tumbuh sehat tanpa aksi bakar uang. Katanya lagi, dana segar yang didapat dari IPO akan digunakan secara optimal.
Sebagai informasi, pendapatan Bukalapak menunjukkan tren peningkatan 4,6 kali lipat dari Rp290 miliar menjadi Rp1,35 triliun pada periode 2018 sampai 2020 atau tumbuh 115 persen tiap tahun.
Meski pendapatan naik, perusahaan masih mengalami kerugian. Sepanjang 2020, tercatat rugi bersih perusahaan mencapai Rp1,35 triliun. Jumlah kerugian ini turun dibandingkan 2019 yang minus Rp2,79 triliun.


