Tiga Strategi Telkom Kembangkan Platform dan Layanan Digital
Sebagai gambaran, dengan hanya bermain di infrastruktur digital penghasilan hanya diperoleh sepanjang infrastruktur digital tersebut digelar, platform dan layanan digital membuka peluang pendapatan baru dengan pasar yang lebih besar karena produk dapat ditawarkan kepada pelanggan lintas negara.
Fajrin mengatakan perusahaan telekomunikasi digital di seluruh dunia juga berlomba dalam mengembangkan platform digital, sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada para pelanggan atau nilai tambah dari platform digital itu sendiri.
“Makin banyak platform digunakan maka makin banyak nilai tambah bagi platform itu sendiri,” kata Fajrin.
Selain memberikan peluang pendapatan baru, pengembangan platform oleh perusahaan digital juga memberikan efisiensi proses bisnis, belanja modal, hingga waktu pengerjaan suatu proyek.
Adapun tantangan dalam mengembangkan platform dan layanan digital untuk meraup potensi ekonomi digital yang besar, kata Fajrin, yang terberat adalah mencari sumber daya manusia yang mumpuni.
Hampir seluruh perusahaan yang sedang bertransformasi ke digital, kata Fajrin, mengeluhkan mengenai sulitnya mencari talenta digital.
“Demandnya tinggi, suplainya kurang. Alhasil banyak perusahaan besar lebih baik merekrut orang dengan harga selangit atau merekrut orang dari luar,” kata Fajrin.
Dalam menghadapi keterbatasan talenta digital, ujar Fajrin, Telkom memiliki tiga strategi. Pertama, Telkom memberi pelatihan digital, yang mana setelah itu para peserta dapat bekerja di Telkom. Kedua, sambil melakukan pelatihan, Telkom juga merekrut orang.[]






