TLKM Menanggung Rugi dari Ambles Saham GOTO, Pengamat: Harus Dilihat Jangka Panjang
BUMNINC.COM I Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tenggelam, nyaris selalu mentok auto rejection bawah (ARB) sejak akhir bulan lalu.
Saham GOTO yang menurun menyeret PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada jurang rugi investasi. Sebab, TLKM punya investasi di GOTO. Semakin anjlok saham GOTO, semakin besar potensi kerugian yang ditanggung TLKM.
Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UI Toto Pranoto mengatakan, investasi di perusahaan digital berbasis teknologi seperti GOTO sifatnya jangka panjang. Tidak bisa dilihat hanya jangka pendek.
“Sehingga yang dialami PT Telkom, mesti dilihat income of long time term horizon. Apakah bisa menghasilkan hasil yang lebih positif ke depan? Saya kira ini prinsip time horizon, panjang, tidak bisa pendek,” kata Toto saat menjadi narasumber di BN TV, Rabu 7 Desember kemarin.
Dewan pakar BUMNINC ini mengatakan bahwa saat ini nasib buruk memang sedang dialami banyak perusahaan teknologi raksasa seperti Induk perusahaan e-commerce Shopee yakni Sea Ltd.
Oleh karena itu, ke depan, Toto menyarankan perusahaan pelat merah harus lebih hati-hati dalam melakukan investasi ke perusahaan sektor teknologi. Penentuan investasi ke perusahaan teknologi harus melalui rencana yang matang dan komprehensif.
“BUMN ada aturan jelas bagaimana sebaiknya BUMN melakukan investasi. Prinsip investasi dilakukan tidak sebabkan kerugian. Aturan ini jelas meski realitasnya yang namanya investasi itu tidak selalu mendapat keuntungan. Kadang beberapa hal bisa sebabkan kerugian. Itu risiko bisnis,” ujar Toto.
