Vaksin Covid-19 dan Prospek Bio Farma
BUMNINC.COM I Serangan pandemi corona (Covid-19) keliatannya jauh dari usai. Jumlah penderita Covid-19 sudah melewati angka 80 juta di seluruh dunia dengan tingkat kematian sudah menembus angka dua juta korban tewas. Negara dengan jumlah korban jiwa terbesar adalah Amerika Serikat, India, Brazil, Inggris dan Perancis.
Serangan baru varian baru Covid-19 di awal tahun baru 2021 yang ditemukan di Inggris telah memicu upaya pembatasan pergerakan manusia secara lebih massif. Beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Italia telah menetapkan kebijakan lockdown selama dua minggu sejak awal tahun baru ini. Beberapa negara lain seperti Jepang, Korea Selatan juga menerapkan kebijakan PSBB di beberapa kota besar tertentu.
Di Indonesia sendiri laju pertumbuhan penderita Covid-19 berjalan makin cepat. Dalam seminggu terakhir laju pertumbuhan penderita baru corona telah di atas sepuluh ribu orang. Dan pada hari minggu kemarin (17/1/2021), tercatat laju penambahan penderita baru Covid-19 telah di atas 30 ribu orang dalam satu hari. Jumlah ini tentu sangat mengkhawatirkan karena ketersediaan ruang rawat di Rumah Sakit yang sangat terbatas. Sudah cukup sering terdengar pihak Rumah Sakit menolak pasien baru Covid-19 karena fasilitas kamar perawatan yang sudah penuh.
Program vaksinasi Covid-19 telah menjadi salah satu prioritas yang dibuat WHO supaya bisa segera dilaksanakan oleh banyak negara di dunia. Indonesia termasuk negara yang cukup responsif dengan inisiatif vaksin tersebut. Pemerintah telah menugaskan Biofarma untuk bekerjasama dengan Sinovac dalam melakukan uji coba vaksin Covid-19 kepada responden sejak tiga bulan lalu.



