Vaksin Covid-19 dan Prospek Bio Farma
Hal ini tentu menjadi modal penting bagi Biofarma untuk menjadi pemain kelas dunia. Proses tersebut sebagian sudah terpenuhi dengan masuknya Bio Farma dalam shortlist potential drug manufacturer for Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). CEPI sendiri merupakan koalisi pemerintah-swasta dan filantropis, yang berpusat di Norwegia, memiliki tujuan untuk mengatasi epidemi, dengan cara mempercepat pengembangan vaksinnya.
Salah satu pendiri CEPI, yakni Bill & Melinda Gates Foundation. Bio Farma dianggap memenuhi persyaratan sebagai produsen vaksin setelah dilakukan pengujian lab dan fasilitas pabrik lainnya oleh tim international.
Kedepan tentu kualitas penelitian dan riset Bio Farma terkait vaksin harus ditingkatkan. Kemampuan R&D local tentu bisa dilipatgandakan apabila kolaborasi dengan berbagai pusat riset unggulan di dunia dan domestik bisa dijalankan lebih baik. Di domestik Kerja sama konsorsium untuk penemuan vaksin Covid-19 Merah Putih bisa menjadi salah satu contoh.
Kerja bersama ini dilaksanakan beberapa pusat riset Fakultas Kedokteran PTN dan Lembaga penelitian seperti pusat riset biologi molecular Eijkman. Ke depan model seperti ini bisa menjadi contoh kolaborasi riset yang ideal. Paling tidak proses hilirisasi hasil riset perguruan tinggi yang sebagian besar didanai oleh negara bisa masuk ke tahapan komersialisasi dengan kerja sama bersama institusi seperti Bio Farma ini.



