11 BUMN Pangan dan Pupuk Kolaborasi Riset dan Pengembangan Talenta
“BUMN tentunya tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Harus ada kerjasama dengan berbagai research center dan juga perguruan tinggi,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, menjelaskan bahwa pihaknya sangat menyambut baik arahan Kementerian BUMN untuk membuat Indonesia Food and Fertilizer Research Institute ini.
“Kami yakin, dengan riset yang terintegrasi, kita dapat menghasilkan produk-produk riset yang lebih baik, lebih terarah, terkoordinasi dengan baik dan tidak terjadi tumpang tindih atau redundancy riset diantara lembaga atau perusahaan
yang ada.”, kata Bakir.
“Kita juga dapat menyatukan sumber daya kita, baik itu SDM, teknologi maupun tacit knowledge yang dimiliki setiap perusahaan.”, tambahnya.
Sebagai Ketua Klaster BUMN Pangan atau calon holding BUMN industri pangan, Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa dengan adanya IFFRI dalam konteks pangan akan berperan sebagai akselerasi pencapaian BUMN Klaster pangan
mencakup riset pangan dari hulu ke hilir, mulai dari sistem produksi pangan seperti optimalisasi on farm dan off farm, demplot, optimalisasi produksi garam pangan dan industri. berperan untuk mengkaji hilirisasi produk pangan seperti produk turunan gula / tebu,diversifikasi produk ikan, daging, beras dan produk pangan lainnya, hingga riset sistem distribusi pangan dan pemanfaatan teknologi.
Sementara itu, Direktur Human Capital Perum Bulog, Purnomo Sinar Hadi menambahkan IFFLI diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas karyawan BUMN klaster pangan dan pupuk dengan menyelenggarakan program pembelajaran. Materi di dalamnya merupakan kolaborasi antar anggota Research & Learning Institute,” ujar Purnomo.[]


