Simak Deretan Proyek Pengembangan Prestisius Milik PTBA
BUMNINC.COM | PT Bukit Asam (Persero) Tbk. atau PTBA, belum lama ini mengabarkan progres untuk beberapa proyek pengembangan, yang tengah dijalankan perusahaan.
Anak perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang berfokus pada pertambangan batu bara, didirikan pada tahun 1950 ini, sadang mengupayakan banyak ekspansi pengembangan dan kerja sama ke beberapa sektor usaha.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan oleh Corporate Secretary-nya, Apollonius Andwie pada Jumat (30/4/2021), beberapa proyek tersebut telah melalui kemajuan progres. Penasaran apa saja? Berikut rinciannya.
Gasifikasi Batu Bara
Terbitnya Perpres 109 tahun 2020 yang ditandatangani pada 17 November 2020 oleh Presiden Joko Widodo, menjadikan 2 (dua) proyek PTBA menjadi PSN (Proyek Strategis Nasional), yang pertama Hilirisasi Gasifikasi Batu Bara di Tanjung Enim dan yang kedua, Kawasan Industri – Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) – Tanjung Enim, dimana di kawasan industri inilah Project Gasifikasi Batubara pertama di Indonesia akan dibangun dan dalam pengembangannya akan terus dibangun pengembangan hilirisasi berbasis batubara yang lain.
Dengan terbitnya Perpres 109 tahun 2020 ini makin menambah optimisme PTBA, Pertamina, dan Air Products bahwa proyek pengembangan DME batu bara bisa berjalan sesuai rencana.Cooperation Agreement antara PTBA, Pertamina, dan Air Products Chemical Inc juga sudah ditandatangani pada 11 Februari 2021 dan saat ini para pihak sedang dalam proses penyelesaian Agreement yang lain.
PLTU Mulut Tambang Sumsel-8
PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2×620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai US$ 1,68 miliar. PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP). PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Progres pembangunan proyek PLTU yang nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara pertahun ini telah mencapai penyelesaian proyek sebesar 75,6 persen. Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada bulan Maret tahun 2022.

