Jika BUMN IPO, Sektor Ini yang Bakal Laris-Manis
BUMNINC.COM I Kementerian BUMN berencana mendorong 14 BUMN untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II-2021. Ke-14 perseroan tersebut terdiri dari BUMN dan anak usahanya dari sejumlah klaster, mulai dari jasa kesehatan hingga energi.
Pelaku pasar pun menilai rencana IPO BUMN ini akan menjadi sebuah sentimen positif baru bagi pasar saham Indonesia, yang diharapkan meningkatkan volume perdagangan di pasar modal Tanah Air. Selain itu hal ini juga dapat membantu kinerja perusahaan pelat merah dalam mendapatkan sumber pendanaan alternatif.
Menurut SVP Research Kanaka Hita Solvera, Janson Nasrial, akan ada beberapa sektor yang cukup dinantikan oleh para investor terkait dengan masuknya BUMN dan anak usahanya untuk tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Pertama, yaitu sektor jasa kesehatan. Ia melihat bahwa saat ini narasi dan tema besar yang sedang mencuat di publik adalah isu kesehatan, apalagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Sektor kesehatan inilah yang bisa menjadi sektor ‘seksi’ di mata investor.
“Ada kemungkinan besar tematiknya itu lebih related ke jasa kesehatan,” ujarnya, Selasa, 4 Mei lalu.
Dalam bidang ini, ada dua BUMN yang akan melakukan IPO yaitu PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero) dan PT Bio Farma (Persero) khususnya bidang vaksin.
Sektor selanjutnya yang dianggap seksi bagi investor adalah yang berhubungan dengan energi terbarukan (renewable energy), terutama soal baterai mobil listrik.
Eks Head of Institutional Equity MNC Sekuritas ini juga menganggap bahwa dengan narasi bahwasannya moda transportasi akan beralih ke kendaraan ramah lingkungan, maka fokus besar publik saat ini adalah mengenai mobil listrik.
