Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Global di Industri Kendaraan Listrik
BUMNINC.COM I Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho menyampaikan, Indonesia berpotensi menjadi pemain global di industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Sebab, Indonesia kaya dengan biji nikel yang menjadi bahan baku dari pembuatan baterai EV.
“Dalam membuat baterai tersebut, IBC telah bekerjasama dengan mitra konsorsium LG Group dari Korea Selatan dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China,” ujar Toto dalam Forum Diskusi Selemba Episode 66 yang diadakan Iluni UI secara daring, Sabtu 20 November 2021.
Namun, untuk mencapai itu, Indonesia memerlukan investasi USD15,3 miliar atau setara Rp218,18 triliun (kurs Rp14.262 per dolar AS. Nilai itu baru estimasi, besaran diperkirakan lebih besar atau sebaliknya tergantung kondisi pasar ke depan.
“Namun memang biaya investasi yang dikeluarkan per tahun itu hampir USD15,3 billion dollar,” katanya.
Indonesia sendiri sudah menargetkan bisa memproduksi baterai untuk kendaraan listrik pada 2025. Dalam empat tahun ke depan, pihaknya akan mulai melakukan pembangunan (mining), smelting, pabrik pengilangan (refining), hingga infrastruktur penunjang kendaraan listrik.
