Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Global di Industri Kendaraan Listrik
Pengamat BUMN Toto Pranoto menyampaikan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik melalui Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 sebagai langkah-langkah untuk menstimulus pasar kendaraan listrik.
“Untuk pertama kalinya di tahun 2020, jumlah kendaraan listrik yang sudah mengaspal di dunia melewati angka 10 juta. Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah penjualan kendaraan listrik sebanyak 43% di tahun 2020 dimana telah terjual 3,2 juta,” ungkap Toto yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini.
Adapun Toto menyinggung perihal kesiapan sarana dan prasarana untuk kendaraan listrik yang ditargetkan dipasarkan 2025.
Toto menyampaikan, target menyiapkan stasiun pengisian daya (charging station) dari 6.000 unit baru tercapai 122 unit pada 2021. Di samping itu, Indonesia juga baru memiliki 13 tempat pertukaran baterai (battery swap) dari target 14.000.
“Jadi saya rasa ini perlu usaha lebih untuk mendorong sarana kendaraan listrik ini,” ucap Toto.
Dia juga menyinggung soal kesiapan holding perusahaan pelat merah tersebut untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) dalam proses pembuatan baterai kendaraan listrik di Indonesia.
“Bagaimana proses transfer knowledge sehingga kita tidak hanya jadi penonton tapi bisa mengakuisisi keahlian,” kata Toto.
