IFC dan Kinarya Gelar MUFFEST + 2022, Selipkan Konsep Sustainable Fashion
BUMNINC.COM I Indonesia Fashion Chamber (IFC) bersinergi dengan Kinarya Event & Exhibition sebagai event organizer menggelar Muslim Fashion Festival atau MUFFEST + 2022 pada 28 hingga 31 Juli 2022.
MUFFEST merupakan salah satu acara tahunan terbesar yang diinisiasi oleh IFC sejak 2016. MUFFEST + 2022 kali ini mengusung tema ‘Muslim Fashion, Muslim Lifestyle’.
Chairman IFC, Ali Charisma menyampaikan, dalam acara ini, IFC akan menyelipkan konsep sustainable fashion pada MUFFEST + 2022. “Apapun yang IFC kerjakan itu mengarah konsep sustainability,” ujar Ali saat peresmian MUFFEST + 2022 pada Kamis 16 Desember 2021 lalu.
Ali menjelaskan, konsep sustainable fashion berkembang di era 2000-an di mana kala itu beberapa brand luar negeri mendominasi pasar dunia. Ternyata, dominasi itu menimbulkan dampak yang sangat buruk ke lingkungan sehingan industri fashion menjadi penyumbang polusi terbesar kedua setelah industri minyak.
“Sebenarnya konsep sustainable fashion ini sudah sejak belasan tahun lalu bergulir di luar negeri, namun di Indonesia sejak pandemi kesadaran itu baru muncul dan semakin kuat,” kata Ali saat diwawancarai oleh tim BUMNINC pada Rabu 8 Desember 2021 lalu.
Ali menjelaskan, dalam konsep sustainable fashion ada tiga komponen penting yakni people, planet, dan profit.
“People adalah kita sebagai orangnya dan bagaimana kita bisa menghargai konsumen dan karyawan dan orang lain. Lalu planet artinya produk tidak merusak lingkungan,” ujar Ali.
“Sedangkan profit artinya konsep ini harus memberikan keuntungan yang lebih baik dibanding kita menjalankan bisnis dengan konsep konvensional. Untuk menuju ketiganya memang tidak mudah,” lanjutnya.
Ali menambahkan konsep fashion konvensional menyebabkan limbah fashion akan semakin banyak karena diproduksi berlebihan. Tentu efeknya dapat mencemari alam.
Oleh karena itu, IFC berupaya untuk mengarahkan industri fashion Indonesia menggunakan konsep sustainable fashion dengan harapan akan memunculkan kesadaran para produsen maupun konsumen tentang menjaga alam.
“Kita tidak boleh over consume, tapi belilah produk yang berkualitas bagus supaya tahan lama. Ini juga mengajarkan ke pelaku untuk membuat produk lokal yang kualitasnya keren, tahan lama, tapi konsumen masih mau beli,” ujarnya.
“Karena di konsep sustainable kita juga tidak boleh menekan harga di bawah standar. Artinya kalau memang ongkos tinggi ya harganya harus tinggi. Misalnya tenun yang harus dikerjakan berbulan-bulan, memang hanya selembar kain, tapi prosesnya yang membuat kain itu punya value dan mahal,” kata Ali.
MUFFEST+ 2022 akan menghadirkan rangkaian acara berupa fashion show, trade-expo, konferensi, program internasional, dan fashion competition. Dengan menggandeng 275 peserta pameran, MUFFEST+ 2022 menargetkan akan mendatangkan lebih dari 30.000 pengunjung.

