Praktisi: Pedidikan Jangan Cabut Anak dari Akar Budayanya
BUMNINC.COM I Pendiri Sanggar Anak Alam Yogyakarta, Sri Wahyaningsih menyampaikan, pendidikan di sekolah seharusnya tidak mencabut anak dari akar budayanya.
Dalam hal ini, pendidikan seharusnya tidak menjauhkan anak dari dirinya, keluarga dan lingkungannya. Hal ini supaya anak bisa mengembangkan potensi dalam dirinya.
“Oleh karena itu, Ki Hadjar Dewantara menyampaikan bahwa pendidikan tak bisa dilepaskan dari budaya, pendidikan harus mendekatkan anak pada dirinya dan lingkungan. Pendidikan harus menuntut potensi anak itu,” kata Sri dalam Webinar Rekontsruksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang digelar Visi Integritas, Selasa 29 Maret 2022.
Menurut Sri, Ki Hadjar Dewantara tidak memisahkan Tri Sentra Pendidikan (Tiga Pusat Pendidikan) antara keluarga, sekolah, dan lingkungan. Semuanya merupakan satu kesatuan yang utuh.
Tri sentra pendidikan harus memiliki tujuan memerdekakan anak supaya bisa mengekpresikan diri dan mengeluarkan potensi diri.
Kendati ketiga hal itu merupakan satu kesatuan, Sri menilai, tetap saja peran keluarga yang paling utama. Alasannya, keluarga merupakan tahap pertama perkembangan anak.
“Sebetulnya Ki Hadjar sudah sangat visioner, pemikirannya masih relevan dengan hari ini. Tri sentra dengan situasi pandemi, membuktikan pendidikan bisa dilakukan di keluarga, tidak tergantung dengan teknologi, anak masih bisa belajar.


