Ada IPO 6 BUMN Tak Maksimal
Untuk diketahui, perusahaan pengembang properti anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ini berencana IPO dengan jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 atau setara dengan 28,6% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah penawaran umum.
Mengacu pada prospektusnya, saham ini ditawarkan dengan kisaran harga Rp 130-Rp 200 per saham. Dengan demikian, perusahaan akan mendapatkan dana segar dari penawaran saham ini senilai Rp 1,04 triliun hingga Rp 1,60 triliun.
Dalam IPO ini, perusahaan menunjuk penjamin pelaksana emisi antara lain PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas.
Saat ini perusahaan masih melakukan proses book building yang akan selesai pada 3 Desember nanti. Proses book building ini memakan waktu lebih panjang dibanding IPO biasanya sebab telah berlangsung sejak 12 November 2021 lalu.
Perusahaan menargetkan bisa memperoleh efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 Desember 2021 dan melakukan penawaran umum pada 14-20 Desember 2021. Ditargetkan pencatatan saham bisa dilakukan pada 22 Desember 2021 nanti.
