Aplikasi Layanan Kesehatan Tembus 80 ribu Pengunduh, Kimia Farma Fokus Inovasi Layanan
Menurut Ganti lagi, aplikasi ini diluncurkan sebagai upaya Kimia Farma beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Namun pada perjalanannya, terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19, aplikasi ini sangat membantu pengguna dalam mendapatkan layanan kesehatan.
Selain itu, Ganti menegaskan, pengembangan layanan kesehatan dan penciptaan produk-produk baru menjadi target Kimia Farma tahun ini. Perusahaan farmasi pelat merah ini mengalokasikan dana belanja atau capital expenditure (capex) sebesar Rp500 miliar tahun ini.
“Pengembangan kami baik terkait COVID-19 maupun produk baru lain serta untuk memenuhi regulasi pemerintah seperti pemenuhan cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dan cara distribusi obat yang baik (CDOB),” ujar Ganti. []

