Bappenas: Tranformasi Dibutuhkan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
“Seperti misalnya, bagaimana kita bisa mengadaptasi terhadap kecepatan perkembangan teknologi, kemudian pembangunan infrastruktur yang harus lebih ramah lingkungan, dan juga bagaimana kebijakan kita ke depan juga terus mengedepankan kebijakan yang adaptif pro lingkungan dan tidak business as usual,” ucapnya.
Sebagai upaya transformasi, dia memaparkan sejumlah modal dasar pembangunan yang dimiliki Indonesia dari kekayaan alam maupun non alam.
Modal dasar pertama adalah jumlah penduduk yang besar menimbang saat ini sudah memasuki era bonus demografi. Di tahun 2045, populasi Indonesia diperkirakan 324 juta dan akan menempati posisi ke-6 terbesar di dunia.
“Era bonus demografi ini diharapkan betul-betul menjadi bonus, bukan menjadi beban buat bangsa kita. Oleh sebab itu, bagaimana bonus demografi ini bisa kita dorong untuk menjadi masyarakat yang lebih produktif, memberikan kontribusi besar terhadap akselerasi pertumbuhan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kita,” ungkap Amalia.
Selain itu, modal yang dimiliki Indonesia adalah modal sosial-budaya seperti gotong royong, kekeluargaan, dan solidaritas sosial. Adapun modal manusia yang dimiliki antara lain adalah sumber daya manusia sejahtera dan adaptif.
Indonesia juga dilimpahi kekayaan alam dan maritim sebagai modal pembangunan yang sangat penting.
“Kekayaan alam kita terdiri dari berbagai sumber daya yang dimiliki kita, baik hutan maupun mineral, keanekaragaman hayati, serta kekayaan maritim dengan letak geografis dan karakteristik wilayah di mana kita berada di dalam ketiga ALKI/Alur Laut Kepulauan Indonesia (modal letak geografis) yang bisa kita manfaatkan secara optimal,” ujar Deputi Bidang Ekonomi Bappenas.

